Pada pemeriksaan kesehatan yang biasa, dokter memeriksa tanda-tanda bahwa seseorang telah terkena penyakit tertentu. Saat gejala itu diketahui dan diagnosa dibuat, pasien tersebut sudah terkena penyakit itu, dan langkah selanjutnya hanya untuk mengobati. Itupun jika memang penyakitnya masih bisa diobati.

Namun, tes DSGT mengenali wilayah-wilayah yang beresiko lebih tinggi-kondisi dimana bisa menyebabkan sebuah penyakit bisa berkembang pada orang itu. Ini bahkan sebelum penyakit itu tiba. Dengan adanya hasil tes ini, maka ada langkah antisipati untuk mencegah penyakit tersebut.

Intinya, kebanyakan tes laboratorium klinis dilakukan dengan tujuan mengarahkan tindakan untuk penyakit atau masalah kesehatan yang sedang dialami. Sementara tes genetika bisa digunakan untuk mengenali resiko penyakit di masa mendatang, perpindahan gen yang memiliki potensi resiko pada anak yang belum lahir, atau adanya proses penyakit yang sedang berkembang.  Tes ini mempunyai kemampuan mengenali resiko individu terkena suatu penyakit sebelum adanya gejala tersebut. Namun, tes ini tidak memberikan informasi mengenai waktu dan keparahan hasilnya.